Kabar Smeksa — Seorang Siswa SMKN 1 Sumenel, Filzah Iqlimah, ambil langkah inovatif dengan memanfaatkan Ramadan untuk buka usaha.
Sosoknya, berbeda dengan kebanyakan remaja yang memilih ngabuburit, justru memilih berjualan minuman di pinggir jalan selama bulan puasa.
Berawal dari ajakan sang paman tahun lalu, Filzah mulai tertarik berjualan saat Ramadan. Ia berpikir bahwa waktu luang selama puasa bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih produktif.
“Oh pasti kalau puasa banyak liburnya, kalau masuk pun mungkin sampai jam 12-an, jadi sore sama malam ada waktu nganggur,” kata Filzah. Rabu (12/3/2025).
Tahun ini, ia semakin serius dalam berjualan karena didukung oleh ibunya yang membuka cabang usaha dimsum milik sepupunya. “Jadi saya ada teman jualan lah di tempat saya jualan,” ucapnya.
Ia menjelaksan, sejak SMP, Filzah memang lebih suka berjualan daripada sekadar menghabiskan waktu untuk ngabuburit.
“Dari SMP saya sukanya memang jualan atau kegiatan yang dapat uang. Ada lah 1-2 hari buat ngabuburit bareng kakak, tapi lebih sering jualan,” tuturnya.
Meskipun guru-gurunya mendukung usahanya, mereka baru mengetahui bahwa Filzah berjualan secara online dan menitipkan jajanan di kantin.
“Belum ada guru yang tahu kalau saya jualan minuman di pinggir jalan,” katanya sambil tersenyum.
Filzah berharap kisahnya bisa menginspirasi anak muda untuk tidak malu memanfaatkan kesempatan yang ada.
“Jangan gengsi jualan, jangan abaikan kalau ada kesempatan buat ngelakuin sesuatu yang positif selagi ada waktu luang, apalagi kegiatannya bisa menghasilkan uang. Gengsi mah gak bisa dapet apa-apa,” pesannya.
Merespon hal itu, Waka Kurikulum SMKN 1 Sumenep, Fathorrasi menilai, inovasi yang dilakukan Filzah sangat sesuai dengan jurusannya.
“Cocok sesuai jurusan. Salut dengan anak muda yang mandiri dan tidak malu untuk memulai usaha sendiri, tak selalu menggantungkan diri kepada orang tua,” ujarnya.
Fathorrasi menggambarkan, aktivitas yang dilakukan Filzan, bakal jadi teladan bagi generasi muda, khususnya siswa di SMKN 1 Sumenep.
“Ini bisa menjadi teladan dan contoh bagi generasi muda yang lain. Semakin banyak anak muda seperti ini akan membawa dampak yg sangat positif secara sosial dan ekonomi masyarakat,” paparnya.
Tidak hanya itu, pihaknya mengaku, bahwa gerakan Filzah merupakan contoh praktik teori yang didapatkan di Sekolah. “Ini sekaligus sebagai contoh, bahwa siswa bisa secara nyata mempraktikkan teori yang diperoleh di jurusannya Bisnis Digital, yakni di dunia usaha yang nyata,” ujarnya.
“Saya sangat mengapresiasi dan bangga dengan siswa yang seperti itu. Semoga dengan bisnis yang dia lakukan sejak sekolah bisa semakin berkembang dan berhasil nanti setelah lulus,” tutupnya.