Kabar smeksa — Di tengah kerasnya tekanan hidup dan beban keluarga yang tak ringan, Ridho, remaja 17 tahun, menjadi simbol keteguhan dan harapan. Lahir dari keluarga yang terlilit hutang, Ridho tak hanya menghadapi keterbatasan ekonomi, tetapi juga hinaan dan tekanan sosial yang kerap menguji mentalnya.
Setiap hari, Ridho bekerja di sebuah tempat produksi batik demi membantu perekonomian keluarga. Tangannya yang terampil menggoreskan motif demi motif bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk perjuangan untuk bertahan.
Di balik lelahnya bekerja, Ridho tetap menyempatkan diri bersekolah, menjaga mimpinya agar tidak padam oleh keadaan.
Perjalanan hidupnya tak mudah. Ia harus membagi waktu, tenaga, dan pikirannya di tengah tuntutan pekerjaan dan pendidikan. Namun, dari situlah ketekunan Ridho mulai membuahkan hasil. Bakat dan kerja kerasnya perlahan membuka jalan. Ia tak hanya mampu bertahan, tetapi juga bangkit.
Melalui proses panjang dan penuh pengorbanan, Ridho akhirnya berhasil membantu melunasi hutang keluarga. Lebih dari itu, ia mampu mengubah kondisi hidup keluarganya menjadi lebih baikāsebuah pencapaian yang lahir dari kegigihan dan tekad yang tak tergoyahkan.
Kisah inspiratif ini diangkat ke dalam sebuah film yang disutradarai oleh Apriliansyah Salman Alfarisi Jakfar, seorang murid produksi film SMKN 1 Sumenep. Dengan sentuhan emosional dan pendekatan realistis, film ini tak hanya menghadirkan cerita perjuangan, tetapi juga pesan kuat tentang harapan, kerja keras, dan keberanian menghadapi hidup.
Film berjudul “Langkah Ridho” diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Justru dari keterbatasan itulah, lahir kekuatan untuk mengubah masa depan.
Penayangan film “Langkah Ridho” akan dilakukan pada tanggal 31 Maret 2026, di NSC Sumenep, Pukul 19.30 WIB.